Gratis
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto, terkini, nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • BISNIS & TEKNOLOGI
  • SOSOK
  • Pertanian
  • Agama
  • Hukum&Kriminal
  • Pendidikan
  • Nasional & Olahraga
  • Advertorial Daerah
  • Politik
  • Riau
  • OPINI & Goresan
  • Indeks
  • Sabtu, 20 Januari 2018
    Find us: 
    DJBC Karimun Peringati Hari Anti Korupsi Internasional
    Senin, 11 Desember 2017 | 13:23:46
    Riandi
    Karimun, wasiatnews.com - Peringati Hari Anti Korupsi Internasioanal (HAKI), Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri mengajak masyarakat  untuk Deklarasi Anti Korupsi dengan cap telapak tangan di atas kain putih sepanjang 60 meter di Coastal Area, Minggu (10/12/2017).

    Deklarasi Anti Korupsi, DJBC Khusus Kepri menggelar kain putih sepanjang 60 Meter sebagai bentuk komitmen anti korupsi dan mengajak seluruh masyarakat untuk menempelkan cap telapak tangan di kain tersebut dengan warna yang telah tersedia. Disamping itu, masyarakat juga dapat menuliskan tanda tangan dan menulis berbagai macam bentuk tulisan anti korupsi.

    Kakanwil DJBC Khusus Kepri, Rusman Hadi menjelaskan, kegiatan tersebut adalah bentuk apresiasi karena Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi mendapatkan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA). Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi dinilai sebagai sosok yang berhasil melakukan inovasi dalam sektor pelayanan publik dan birokrasi pemerintah. Beliau juga dinilai mampu memimpin reformasi kepabeanan dan cukai demi mencapai pelayanan yang lebih cepat, bagus, dan transparan.

    "Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi Dirjen kita mendapat penghargaan bung hatta award, penggiat anti korupsi dan memberantas korupsi. Beliau memang begitu gigih membangun bea cukai dengan baik," kata Rusman.

    Rusman menambahkan, untuk mengatasi korupsi di dalam tubuh anggota Bea dan Cukai sendiri, pihaknya telah menciptakan suatu sistem Kepatuhan Internal pengawasan agar anggota tidak melakukan Praktek-praktek korupsi, baik dari pelayanan maupun pengawasan.

    "Untuk pengawasan terhadap anggota terkait korupsi, kami sudah menciptakan suatu sistem pengawasan agar anggota tidak melakukan praktek-praktek korupsi dalam melayani dan melakukan pengawasan. Disini kita mempunya namanya Udit kepatuhan internal yang bertujuan menjaga bahwa satu sistem kita bekerja dengan baik dan agar prilaku pegawai tidak menjurus ke arah korupsi, begitu ada tanda-tanda tersebut pihak unit akan melakukan penindakan," tuturnya.(Riandi).

    Akses berita terbaru versi mobile di: m.wasiatnews.com
    Tinggalkan Komentar
    Nama*:
    Email*:
    Website:
    Komentar*:
    : * Masukkan kode disamping!
    © 2013 wasiatnews.com All rights reserved by. arieweb