Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto, terkini, nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • BISNIS & TEKNOLOGI
  • SOSOK
  • Pertanian
  • Agama
  • Hukum&Kriminal
  • Pendidikan
  • Nasional & Olahraga
  • Advertorial Daerah
  • Politik
  • Riau
  • OPINI & Goresan
  • Indeks
  • Selasa, 20 Februari 2018
    Find us: 
    Home  / SOSOK
    Ini yang Mau Dibenahi LE Pertama Sekali Jika Jadi Gubernur Riau
    Selasa, 16 Januari 2018 | 11:06:05
    Bakal Calon Gubernur Riau, Lukman Edy.

    SOSOK - Bakal Calon Gubernur Riau Lukman Edy (LE) merasa prihatin dengan kondisi birokrasi di Pemerintahan Provinsi Riau saat ini. Karena itu, calon gubernur yang populer dengan 'Next Gubri Zaman Now' ini bertekad untuk melakukan pembenahan dan 'upgrading' birokrasi.

    "Hal krusial yang pertama sekali dibenahi adalah membenahi kultur birokrasi kita. Hari ini birokrasi kita macet, hopeless, putus asa. Bagaimana kita bisa bicara tentang kebangkitan ekonomi kalau birokrasi kita tidak diupgrade? Jadi, upgrade birokrasi ini adalah langkah pertama yang harus dibenahi," kata Lukman Edy kepada CAKAPLAH.com baru-baru ini.  

    Dijelaskan Lukman Edy, kultur birokrasi Riau mengalami kemunduran luar biasa dalam lima tahun terakhir ini tanpa ada upaya pembenahan.

    "Birokrasi kita menghadapi situasi psikologi dimana terjadi demoralisasi. Mereka menghadapi tiga kali berturut-turut gubernurnya ditangkap KPK. Pejabat ASN-nya ikut terseret hukum juga. Sehingga mereka jadi shock. Namun meskipun mereka shock, toh hari ini tidak ada shock terapi yang dibuat sehingga shocknya berkelanjutan sampai hari ini dan mempengaruhi kerja mereka," cakap pria yang pernah menjadi menteri di era Presiden SBY ini.

    Ketika ditanya apa solusi LE untuk membenahi kultur birokrasi ini, ia mengatakan ia akan melakukan 'upgrading' dengan cara memberikan pendidikan birokrasi dan menciptakan suasana kerja yang kondusif.

    "Kita perlu mengirim tenaga ASN kita ke pendidikan-pendidikan dan pelatihan-pelatihan sehingga mereka ter-upgrade. Selain itu, kita juga harus menciptakan suasana kerja yang kondusif sehingga mereka bisa bekerja dengan baik," paparnya lagi.

    Ketika disinggung tentang tenaga honorer, Lukman Edy pun menyebutkan bahwa tenaga honorer juga harus mendapatkan perhatian yang pasti. "Berbicara tentang tenaga kerja kan bicara tentang hidup orang. Karenanya kita harus memberikan kejelasan bagi mereka. Kita contoh saja di DKI Jakarta, tenaga honorernya mendapatkan hak mereka secara layak, gaji mereka minimal UMR. Masa Riau tidak bisa?" ujarnya.

    Penulis:Abdul Latif cakaplah
    Editor:Ali cakaplah





    Akses berita terbaru versi mobile di: m.wasiatnews.com
    Tinggalkan Komentar
    Nama*:
    Email*:
    Website:
    Komentar*:
    : * Masukkan kode disamping!
    © 2013 wasiatnews.com All rights reserved by. arieweb