Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto, terkini, nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • BISNIS & TEKNOLOGI
  • SOSOK
  • Pertanian
  • Agama
  • Hukum&Kriminal
  • Pendidikan
  • Nasional & Olahraga
  • Advertorial Daerah
  • Politik
  • Riau
  • OPINI & Goresan
  • Indeks
  • Kamis, 22 Februari 2018
    Find us: 
    Home  / SOSOK
    Suryadi: Seni Pencak Silat Harus Terus Dibudidayakan
    Senin, 15 Januari 2018 | 17:24:00

    Bukit Kapur: Seni pencak silat merupakan warisan leluhur bangsa Indonesia. Untuk itu, harus menjadi kewajiban bersama, bukan hanya pemerintah, perguruan maupun balai pelatihan saja, namun juga seluruh lemen masyarakat melayu untuk melestarikan dan membudidayakan.

    Karena sudah menjadi kewajiban bersama, maka jangan ditanyakan upaya pemerintah dalam melindungi seni dan kebudayaan. Pemerintah terlalu sibuk dengan persoalan yang terlalu besar, justru disini adalah bagaimana sekarang, antara perguruan melalui IPSI. HPSI, termasuk juga KONI mulai merumuskan sebuah bentuk sebagai pelestarian budaya.

    Demikian dikatakan Ketua Rukun Tetangga (RT) 09 Bukit Nenas, Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai, Suryadi juga pembina pencak silat kepada wasiatnews.com di pelataran warung wak banrek, Senin (15/1/18)

    Dikatakan tokoh masyarakat Bukit Kapur ini, ada banyak cara bentuk pelestarian budaya. “Itu bukan dengan cara memperbanyak paguron, karena saya sendiri sebagai orang paguron puluhan tahun melatih orang tetap saja nanti setelah SD, SMA dia tinggalkan,” jelasnya.

    Menurutnya, dalam melestarikan dan membudayakan seni pencak silat tentunya harus ada wadah tempat mereka berkumpul. Sehingga, dapat menunjukkan dirinya kepada bangsa dan internasional.

    “Tadi saya baru mengusulkan kepada teman-teman agar  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Dumai untuk mengelar  yang namanya “Festival Silat Melayu” secara rutin setiap tahun. Dan akan berkumpul seluruh jawara-jawara dan pagoron-paguron dari pesilat-pesilat. ,” paparnya.

    “Nah, dengan adanya festival, dari situlah mereka sepanjang tahun akan melatih dirinya. Untuk bisa setiap tahun mereka dapat tampil, ada yang sifatnya kejurnas silat. Kejurda dan sebagainya itu biasanya lokalan. Tapi, ketika pemerintahan atau raja sebutlah membuat semacam festival silat yang hadir itu pasti nanti dari manca negara," Katanya sembari berharap pemerintah ini berpikir silat ini sebagai sektor budaya dan pariwisata.


    “Melihat itu saya pikir, ya Allah apa yang kurang dengan kita. Ternyata cuma satu yang kurang, kemasan, packaging! Kemasan  dari dulu itu-itu saja. Hal ini yang harus kita benahi. Mereka di luar sudah melakukan kemasan-kemasan yang membuat orang menjadi datang berlatih, pemahaman-pemahaman tentang spiritual buat mereka di sana sesuatu yang luar biasa. Di kita hal yang biasa. Jadi, pembinaan dan pelestarian seni budaya kalau hanya diserahkan kepada Disorda dan Disbudpar akhirnya begini tidak dapat berkembang,” imbuhnya.

    Sementara, Lani pembina besar Pencak Silat Gajah Putih kepada wartawan mengatakan, keberadaan dan perkembangan Pencak Silat, bukan hanya di Indonesia tapi sudah berkembang juga ke Belanda, Amerika dan beberapa negara lain.

    “Kami memohon perhatian pemerintah jangan sampai seni budaya Pencak Silat  yang asli milik orang Melayu jangan sampai dicaplok dan diklaim oleh negara lain. **aan

    Akses berita terbaru versi mobile di: m.wasiatnews.com
    Tinggalkan Komentar
    Nama*:
    Email*:
    Website:
    Komentar*:
    : * Masukkan kode disamping!
    © 2013 wasiatnews.com All rights reserved by. arieweb