Gratis
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto, terkini, nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • BISNIS & TEKNOLOGI
  • SOSOK
  • Pertanian
  • Agama
  • Hukum&Kriminal
  • Pendidikan
  • Nasional & Olahraga
  • Advertorial Daerah
  • Politik
  • Riau
  • OPINI & Goresan
  • Indeks
  • Kamis, 18 Januari 2018
    Find us: 
    Terdakwa Kasus Narkoba Divonis Mati, Sidang di PN Siak Ricuh
    Rabu, 13 Desember 2017 | 21:43:32

    Wasiatnews.com SIAK - Sidang kasus narkoba sebesar 40 kilogram sabu dan ribuan pil ekstasi di Pengadilan Negeri Siak, Riau, Rabu (13/12/2017) sempat berlangsung ricuh. Hal ini setelah pengadilan menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap terdakwa Zulfadli dan Aldino.

    Kericuhan terjadi karena pihak keluarga terdakwa tidak menerima keputusan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Siak yang diketuai Bangun Sagita Rambey SH.MH, dan hakim anggota Hj.Yuanita Tarid SH.MH, Selo Tantular SH, tersebut.
     
    Pada sidang itu, Majelis Hakim memutuskan Terdakwa Zulfadli dan Aldino terbukti bersalah dengan melanggar pasal 114 junto pasal 132 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

    Pada saat putusan mati dibacakan oleh hakim tiba-tiba suasana di ruang sidang riuh dan terjadi keributan, pihak keluarga terdakwa tidak terima atas putusan mati tersebut. Bahkan keluarga terdakwa berteriak dan berguling di lantai. Mereka juga menunjuk-nunjuk majelis hakim.

    "Kami tidak terima, ini tidak adil. Hakim tidak adil. Ada permainan di pengadilan ini," kata Amruziliana orangtua Aldino memprotes putusan hakim.

    Sementara itu, Kasipidum Juprizal yang mengikuti persidangan itu, bahwa hukuman mati untuk kedua terdakwa sangat pantas diberikan. Sebab, itikat jahat mereka untuk membawa barang haram mengunakan mobil Honda Jazz dan Kijang Innova secara terpisah, terbukti dan juga diakui mereka saat di persidangan.

    “Ini yang harus menjadi pertimbangan bagi majelis hakim nantinya. Kita berharap majelis hakim sepaham dengan jaksa, memvonis kedua terdakwa hukuman mati,” ujar Kasi Pidum Kejari Siak ini.
     
    Sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau sukses menangkap Zulfadli dan Aldino di Jalan Lintas Pekanbaru-Siak Simpang Buatan April lalu. Mereka ditangkap karena terbukti membawa barang haram tersebut menggunakan dua unit mobil secara terpisah.

    Zulfadli mengendarai mobil Honda Jazz membawa 20 kg, sedangkan 20 Kg lagi dibawa dengan mobil Kijang Inova yang dikendarai oleh Aldino.

    Di dalam mobil itu, juga ditemukan ribuan butir pil ekstasi dan happy five. Dari pengakuan keduanya, barang itu berasal dari Malaysia yang diambil mereka Bengkalis.

    Penulis:Effen cakaplah
    Editor:Jef Syahrul cakaplah


    Akses berita terbaru versi mobile di: m.wasiatnews.com
    Tinggalkan Komentar
    Nama*:
    Email*:
    Website:
    Komentar*:
    : * Masukkan kode disamping!
    © 2013 wasiatnews.com All rights reserved by. arieweb