Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto, terkini, nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • BISNIS & TEKNOLOGI
  • SOSOK
  • Pertanian
  • Agama
  • Hukum&Kriminal
  • Pendidikan
  • Nasional & Olahraga
  • Advertorial Daerah
  • Politik
  • Riau
  • OPINI & Goresan
  • Indeks
  • Kamis, 22 Februari 2018
    Find us: 
    Gubri Resmikan Nama Salak di Rohul
    Salak Pusaka asal Rokan Hulu, Manis dan Berair
    Rabu, 22 November 2017 | 07:55:51
    Gubenur Riau saat panen salak di rohul

    Wasiatnews.com PEKANBARU - Sejarah baru tercatat di Kabupaten Rokan Hulu, tepatnya di Desa Rambah Muda, Kecamatan Rambah Hilir, yang telah menemukan salah satu varietas baru buah Salak hasil persilangan Salak hutan dari Bojonegoro dengan salak Sidempuan. Salak ini menghasilkan buah salah yang rasanya manis dan berair.

    Salak ini pertama kali ditemukan oleh salah seorang petani Salak, Musiran, yang tidak sengaja mengawinkan salak hutan dengan salak Sidempuan. Setelah beberapa tahun salak yang dikawinkannya itu menghasilkan buah yang manis dan berair, ia pun tidak ragu-ragu menanam salak di kebunnya yang hanya seluas 3/4 hektar.

    Dan sejak tahun 1991 ia menemukan salak ini, baru di tahun 2017 ini diberikan nama salak hasil persilangan oleh Bupati Rokan Hulu Suparman, dan diresmikan oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pada Selasa (21/11/2017) di kebun Sumiran. Salak itu diberi nama "Salak Pusaka".

    Saat berada di kebun salak tersebut, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman terlihat langsung memetik buah salak dari pohonnya dan memakannya. Gubernur pun tidak menyangka buah salak tersebut selain manis juga memiliki air seperti buah apel.

    "Luar biasa, ini salaknya manis dan berair. Salak ini sangat luar biasa harus dikembangkan terus," ujar Gubri, sambil memakan salak Pusaka, yang baru diresmikan namanya.

    Menurut Gubri, nama Salak Pusaka ini harus dipatenkan agar ke depannya tidak ada daerah lainnya yang memakai nama salak ini. Karena Salak Pusaka ini ditemukan oleh salah seorang warga Rohul agar nantinya lebih dikenal. Selain itu dengan semakin berkambangnya petani salak di Desa Rambah Muda, maka akan semakin meningkat perekonomian masyarakat.

    "Ini sejarah bagi Rokan Hulu yang menghasilkan varietas baru tanaman. Dan diberi nama salak Pusaka. Dan kita harus tahu literatur masuk dalam jenis apa, didorong untuk diteliti. Bisa dipatenkan milik Rambah samo. Dengan Salak Pusaka ini akan mengangkat ekonomi masyarakat yang kreatif dan telaten," kata Gubri.

    Selain salak Pusaka kata Gubri, dari informasi yang disampaikan oleh Kepala desa, banyak petani Lada (merica) di Desa Rambah Muda yang telah berhasil meningkatkan perekonomian masyarakat. Ini menandakan masyarakat sudah tidak mau lagi berpatokan pada salah satu penghasilan seperti deri kebun sawit dan karet.

    "Tentu saya berharap desa-desa yang lain, desa tetangga bisa mengikuti apa yang telah dijalankan di desa ini bisa menghasilkan ekonomi yang baik. Lada yang manghasilkan Rp300 juta pertahun ini bisa bersaing dengan perkebunan sawit," ungkap Gubri.

    Semenatara itu, penemu Salak Pusaka, Sumiran, menceritakan bahwa ia awalnya tanpa sengaja dan mencoba mengawinkan dua salak menjadi satu. Dan setelah tiga tahun hasil perkawinan dua salak ini tumbuh besar dan berbuah salak yang manis dan berair. Dan ia pun terus mengembangkannya dan memberikan hasil cangkokan salaknya, diberikan kepada masyarakat.

    "Jadi waktu berbunga pertama itu saya kawinkan salak hutan dengan salak Sidempuan. Saya menanam ini sejak tahun 1991 dan hasil panennya tidak terhitung. Ada masyarakat yang datang membeli dan ada tengkulak yang datang," kata Sumiran.

    Dari hasil penjualan salak ini, Sumiran sudah mampu menyekolahkan kelima anaknya. Bahkan dua orang anaknya terus melanjutkan kuliah sampai S2. Sebelumnya ia hanya mampu menyekolahkan anaknya hanya sampai SMA.

    "Yah Alhamdulillah, saya sudah menyekolahkan anak saya. Sebelum saya punya salak hanya dua anak saya hanya samlai SMA. Dan sekarang sudah ada tang kuliah melanjutkan ke S2, satu lagi masih SMA," cerita Musiran.

    Dengan kehadiran gubernur Riau yang meresmikan nama salak Pusaka, Ia sangat bersukur ada perhatian dari pemerintah. Dan ia berharap ke depannya salak yang ia temukan ini terus dipertahankan. Hanya saja saat ini lahan untuk menanam salak ini sudah tidak ada lagi.

    "Kalau pemerintah turut mendukungnya, insya Allah akan tetap bertahan. Kalau untuk saya lahan sudah tidak ada, kendalanya yah tidak ada lahan. Yah sekarang ini yang tidak baik dibunuh, dan dikembangkan yang baik bibitnya dan dikembangkan di desa ini," katanya.

    Turut hadir pada peresmian nama salak Pusaka, Bupati Rokan Hulu, Suparman, Kades Rambah Muda, Camat Rambah Hilir, bersama petani salak yang ada di Desa Rambah Muda.

    Penulis:CK1
    Editor:Jef Syahrul


    Akses berita terbaru versi mobile di: m.wasiatnews.com
    Tinggalkan Komentar
    Nama*:
    Email*:
    Website:
    Komentar*:
    : * Masukkan kode disamping!
    © 2013 wasiatnews.com All rights reserved by. arieweb