Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto, terkini, nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • BISNIS & TEKNOLOGI
  • SOSOK
  • Pertanian
  • Agama
  • Hukum&Kriminal
  • Pendidikan
  • Nasional & Olahraga
  • Advertorial Daerah
  • Politik
  • Riau
  • OPINI & Goresan
  • Indeks
  • Kamis, 22 Februari 2018
    Find us: 
    Sidang Kode Etik, Tiga Anggota Polres Rohil Dipecat
    Selasa, 21 November 2017 | 18:03:07

    Wasiatnews.com PEKANBARU- Tiga anggota Polres Rokan Hilir, Riau, menjalani sidang Komisi Kode Etik (KKE) Polri di aula Mapolres Rohil, Selasa (21/11/2017).

    Sidang Kode Etik digelar karena keterlibatan anggota polisi tersebut dalam kasus tindak pidana seperti kasus pembunuhan, tidak masuk kedinasan lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut dan narkoba. 

    Ketiga anggota polisi tersebut diputuskan dipecat dari kesatuan Polri setelah menjalani 4 kali sidang KKE.

    "Ada tiga personil Polres Rohil yang menjalani sidang kode etik Polri. Putusannya ketiga personil itu direkomendasikan diberhentikan tidak dengan hormat ( PTDH )," kata Ketua Komisi Sidang sekaligus Waka Polres Rokan Hilir Kompol Wawan SH MH, Selasa (21/11/2017).

    Anggota yang dipecat tersebut adalah Aipda Jaendar Raja Gukguk yang menjabat sebagai Ba Polres Rohil. Pelanggaran yang dilakukannya adalah melakukan tindak pidana pembunuhan secara berencana yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dan dipidana penjara selama 20 tahun.

    Kedua, adalah Brigadir Rahmad Hidayat anggota Ba Polres Rohil. Ia melakukan pelanggaran tidak masuk dinas di Sat Sabhara Polres Rohil sejak tanggal 13 September 2011 sampai tanggal 17 Februari 2012 terhitung 134 hari kerja secara berturut-turut. Hasil tes urine yang dilakukan terhadap Brigadir Rahmad Hidayat juga positif narkoba.

    Ketiga pemecatan dilakukan pada Brigadir Ronaldo Marjuki yang juga anggota Ba Polres Rohil. Ia dipecat lantaran tidak masuk dinas di Polres Rokan Hilir sejak tanggal 6 Oktober 2016 sampai tanggal 22 November 2016, terhitung selama 41 hari kerja secara berturut-turut. Selain itu, yang bersangkutan juga terlibat kasus pungli, tes urine positif narkoba dan dumas.

    "Tiga anggota ini telah menjalani sidang kode etik Polri dan diputuskan diberhentikan dengan tidak hormat. Dua dari tiga anggota ini diberhentikan karena terlibat narkoba dan kita tidak main-main terhadap kasus narkoba. Jika anggota terlibat narkoba maka akan diberhentikan," ungkap Kompol Dr Wawan SH MH yang baru tiga minggu menjabat sebagai Waka Polres Rohil tersebut.

    Penulis:Daus/Sagala 
    Editor:Jef Syahrul cakaplah


    Akses berita terbaru versi mobile di: m.wasiatnews.com
    Tinggalkan Komentar
    Nama*:
    Email*:
    Website:
    Komentar*:
    : * Masukkan kode disamping!
    © 2013 wasiatnews.com All rights reserved by. arieweb