Gratis
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto, terkini, nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • BISNIS & TEKNOLOGI
  • SOSOK
  • Pertanian
  • Agama
  • Hukum&Kriminal
  • Pendidikan
  • Nasional & Olahraga
  • Advertorial Daerah
  • Politik
  • Riau
  • OPINI & Goresan
  • Indeks
  • Kamis, 18 Januari 2018
    Find us: 
    1.600 Ternak Sapi Masyarakat Riau Mati Terkena Penyakit Jembrana
    Sabtu, 21 Oktober 2017 | 08:25:20

    Wasiatnews.com PEKANBARU-Terhitung sejak September 2016 hingga Maret 2017, sebanyak 1.600 ekor sapi non bantuan di kabupaten/kota se-Provinsi Riau mati karena penyakit jembrana.

    Informasi ini disampaikan Kepala Dinas Pergerakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Askardia Patrianov, kepada CAKAPLAH.COM, Sabtu (21/10/2017) di Pekanbaru. 

    "Sapi yang mati karena penyakit jembrana itu bukan sapi bantuan pemerintah, melainkan sapi perternakan masyarakat. Karena tahun lalu kita tidak ada salurkan ternak bantuan. Jadi tolong dibedakan itu," kata Patrianov.

    Menurutnya, pihaknya sudah melakukan upaya penanganan sapi milik masyarakat yang terkena penyakit dengan memberikan vaksinasi dan pengobatan di beberapa daerah. Seperti di kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Kampar dan Pekanbaru. Karena itu, Patrianov mengklaim angka sapi mati saat ini mulai menurun.

    Meski demikian, sebut Patrianov, pihaknya tidak bisa mengabaikan kasus tersebut. Karena kuncinya ada di vaksinasi. Sebab kalau pemberian vaksin berhenti dikhawatirkan kasus kembali meningkat. 

    "Kuncinya ada divaksinasi, tapi ketika vaksin tidak ada kita upayakan dengan pengobatan untuk melakukan peningkatan daya tahan tubuh sapi," ujarnya. 

    Lebih jauh disampaikan Patrianov, produksi vaksin di Indonesia hanya ada di Surabaya. Sementara kemampuan Pemprov Riau untuk membeli vaksin keterbatasan anggaran, sehingga belum optimal. Karenanya, upaya penanganan sapi yang terkena jembrana tidak hanya mengandalkan vaksin saja, tapi pengobatan juga.

    "Kita ada anggaran pembelian vaksin ini, hanya saja belum optimal. Kita harus memahami kemampuan anggaran daerah. Kita berharap dengan kabupaten/kota, karena ini kan wilayahnya di daerah," harapnya.

    "Mudah-mudahan kabupaten/kita juga bisa mengalokasikan anggaran pembelian vaksin. Kalau memang kasusnya itu antar kabupaten/kota, provinsi tetap akan turun tangan," tutupnya.

    Penulis:Amin
    Editor:Ali
    Cakaplah


    Akses berita terbaru versi mobile di: m.wasiatnews.com
    Tinggalkan Komentar
    Nama*:
    Email*:
    Website:
    Komentar*:
    : * Masukkan kode disamping!
    © 2013 wasiatnews.com All rights reserved by. arieweb