Gratis
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto, terkini, nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • BISNIS & TEKNOLOGI
  • SOSOK
  • Pertanian
  • Agama
  • Hukum&Kriminal
  • Pendidikan
  • Nasional & Olahraga
  • Advertorial Daerah
  • Politik
  • Riau
  • OPINI & Goresan
  • Indeks
  • Kamis, 18 Januari 2018
    Find us: 
    Sawit RI Terus Diganjal Eropa dan AS, Pengusaha Akan Mengadu ke PBB
    Sabtu, 2 September 2017 | 16:56:02

    Wasiatnews.com-JAKARTA- Pengusaha kelapa sawit yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dijadwalkan akan mengikuti forum resmi di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat pada 6 September 2017. 

    Di forum tersebut, GAPKI akan menjelaskan sikap dan posisi pengusaha terkait isu-isu keberlanjutan di sektor kelapa sawit di Indonesia.

    "Selain berbicara secara resmi di PBB, kami juga akan melakukan sejumlah informal meeting dengan para pemangku kepentingan selama kunjungan ke Amerika Serikat ini," ungkap  Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono, Sabtu (2/9/2017).

    Kehadiran GAPKI dalam pertemuan tingkat tinggi di PBB ini adalah atas undangan UNDP (Program Pembangunan PBB) yang menggagas diskusi tentang isu keberlanjutan di sejumlah sektor ekonomi di negara berkembang.  

    Selain GAPKI, UNDP juga mengundang perwakilan pemerintah Indonesia dalam forum tersebut. Selain Indonesia, juga ada perwakilan pemerintah dan dunia usaha dari Brazil dan Liberia.

    Selama ini, negara-negara Uni Eropa dan Amerika menyoroti tata kelola perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Meskipun demikian, permintaan minyak sawit dari kedua wilayah tersebut terus meningkat. Pada semester I-2017, ekspor CPO ke Uni Eropa mencapai 2,7 juta ton atau meningkat 42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,9 juta ton.

    Joko mengatakan, dengan sumbangan devisa mencapai 18,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 246 triliun (kurs Rp 13.300), kelapa sawit adalah sektor strategis Indonesia. Apalagi sektor kelapa sawit menyerap lebih dari 5 juta tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah-wilayah pinggiran.

    "Kami setuju bahwa tata kelola perkebunan kelapa sawit harus berkelanjutan. Di sinilah kita duduk bersama di PBB ini,  seperti apa keberlanjutan sektor kelapa sawit yang ingin kita capai bersama," tegasnya.

    Editor:Jef Syahrul
    Sumber:kumparan.com


    Akses berita terbaru versi mobile di: m.wasiatnews.com
    Tinggalkan Komentar
    Nama*:
    Email*:
    Website:
    Komentar*:
    : * Masukkan kode disamping!
    © 2013 wasiatnews.com All rights reserved by. arieweb