Gratis
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto, terkini, nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • BISNIS & TEKNOLOGI
  • SOSOK
  • Pertanian
  • Agama
  • Hukum&Kriminal
  • Pendidikan
  • Nasional & Olahraga
  • Advertorial Daerah
  • Politik
  • Riau
  • OPINI & Goresan
  • Indeks
  • Sabtu, 20 Januari 2018
    Find us: 
    Gerakan "Celup" Bikin Heboh Netizen, Ini Kata Menkominfo
    Sabtu, 30 Desember 2017 | 21:23:09

    Nasional - Gerakan “Cekrek, Laporkan lalu Upload” atau disingkat “Celup” menghebohkan netizen sejak beberapa hari terakhir. Kampanye sosial itu merupakan tugas kuliah mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya.

    Konsepnya simpel, mengajak masyarakat yang memergoki aksi mesum di ruang publik untuk memotret lantas mengunggahnya ke media sosial. Tujuannya untuk memberikan efek malu dan jera, sehingga mereduksi aksi-aksi asusila di kalangan masyarakat.

    Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, menilai niat awal dari kampanye sosial tersebut baik. Kendati begitu, pelaksanaannya memang berpotensi melanggar aturan yang berlaku di Indonesia.

    “Pelaksanaannya harus diperbaiki. Mengajak masyarakat untuk membersihkan ruang publik dari perbuatan asusila, tapi jangan diunggah ke ranah maya,” kata menteri di Jakarta.

    “Itu kan bentuk penegakan hukum. Silakan saja buktinya diserahkan ke penegak hukum kalau memang bertentangan dengan aturan yang berlaku. Atau biasanya yang seperti itu masuk ke penegakan hukum informal seperti hukum adat. Laporkan ke ketua adat setempat ,” ia menambahkan.

    Rudiantara mengatakan pengunggahan ke media sosial bisa berujung sanksi hukum karena berpotensi melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya Pasal 27 ayat 1 dan 3.

    “Bisa dianggap pencemaran nama baik. Walaupun yang difoto mungkin salah, tapi dia bisa menyalahkan balik pihak yang memotret dan mengunggah asalkan dilaporkan karena bentuknya delik aduan,” Rudiantara menjelaskan.

    Gerakan Celup sejatinya merupakan tugas kuliah kelompok yang beranggotakan lima mahasiswa. Tugas tersebut diberikan dosen kepada mahasiswa semester lima Fakiultas Arsitektur dan Desain UPN Veteran Surabaya.

    Instruksi tugasnya adalah membuat desain berisi pesan-pesan gerakan tertentu dan dipamerkan ke publik. Poster gerakan Celup sendiri dipublikasikan di Royal Plaza, Surabaya, pada tanggal 16 dan 17 Desember lalu.

    “Pasangan kekasih yang pacaran berlebihan dapat ditemui di taman, bioskop, angkutan umum, parkiran, dan mereka tidak merasa malu atau sungkan jika dilihat orang lain. Cekrek, lapor, upload,” begitu bunyi kalimat pada poster Celup.

    Tak dinyana tugas kuliah itu menjadi viral dan puncaknya pada 27 Desember kemarin. Topik soal gerakan Celup sempat mendominasi obrolan netizen di Twitter karena mengundang diskusi panjang. Mayoritas netizen menentang gerakan tersebut.

    Editor:Jef Syahru cakaplah
    Sumber:Kompas.com


    Akses berita terbaru versi mobile di: m.wasiatnews.com
    Tinggalkan Komentar
    Nama*:
    Email*:
    Website:
    Komentar*:
    : * Masukkan kode disamping!
    © 2013 wasiatnews.com All rights reserved by. arieweb