Gratis
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto, terkini, nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • BISNIS & TEKNOLOGI
  • SOSOK
  • Pertanian
  • Agama
  • Hukum&Kriminal
  • Pendidikan
  • Nasional & Olahraga
  • Advertorial Daerah
  • Politik
  • Riau
  • OPINI & Goresan
  • Indeks
  • Kamis, 18 Januari 2018
    Find us: 
    Tim Merkuri Polres Kuansing Tangkap Pelaku PETI
    Senin, 8 Januari 2018 | 22:11:30
    Tim Satgas Merkuri Polres Kuansing mengamankan seorang pelaku PETI

    PEKANBARU - Tim Satgas Merkuri Polres Kuansing, berhasil mengamankan seorang pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sekitar Sungai Manggis, Desa Toar, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, Senin (8/1/2018) siang sekitar pukul 11.00 WIB.


    Kapolres Kuansing AKBP Fibri Karpiananto SIK mengatakan, pelaku yang diamankan adalah AS alias Aan (47).

    "Pelaku tertangkap tangan saat melakukan kegiatan menambang emas (tanpa izin),” katanya saat dikonfirmasi Senin malam.

    Fibri menuturkan, kronologi penangkapan berawal dari informasi yang diberikan masyarakat kepada tim Satgas Merkuri Polres Kuansing tentang adanya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tepatnya di area Sungai Manggis, Desa Toar, Kecamatan Gunung Toar.

    Menerima informasi tersebut, tim selanjutnya melakukan penyisiran dilahan kebun karet milik Murni yang lokasinya berada Desa Toar dan mendapati 1 unit PETI sedang beroperasi. 

    Kemudian terdengar suara mesin sedot air. Setelah dilakukan pengecekan ternyata ada aktivitas penambangan tanpa izin (illegal mining) di sekitar Sungai Manggis.

    "Petugas langsung mengamankan seorang pelaku, sementara seorang pelaku lainnya berhasil kabur,” kata Fibri.

    Selain mengamankan seorang penambang itu, lanjut dia, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti antara lain, 1 unit mesin dompeng merk Teanly, 1 unit keong ukuran 6 inci, 1 batang pipa stik, 1 selang spiral dan 1 lembar karpet serta 3 ons cairan Merkuri.

    Menurut Fibri, pelaku penambang tersebut melanggar Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

    “Kami akan terus melakukan operasi terhadap pelaku PETI dan akan memproses hukum sesuai undang-undang yang berlaku," tutupnya.

    Penulis:Daus cakaplah
    Editor:Jef Syahrul cakaplah


    Akses berita terbaru versi mobile di: m.wasiatnews.com
    Tinggalkan Komentar
    Nama*:
    Email*:
    Website:
    Komentar*:
    : * Masukkan kode disamping!
    © 2013 wasiatnews.com All rights reserved by. arieweb