Gratis
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto, terkini, nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • BISNIS & TEKNOLOGI
  • SOSOK
  • Pertanian
  • Agama
  • Hukum&Kriminal
  • Pendidikan
  • Nasional & Olahraga
  • Advertorial Daerah
  • Politik
  • Riau
  • OPINI & Goresan
  • Indeks
  • Senin, 22 Januari 2018
    Find us: 
    Terdakwa Sabu 2 Kg Menangis, Saat Berikan Keterangan Diruang Sidang
    Jumat, 12 Januari 2018 | 18:17:48
    Sar

    Wasiatnews.com, Dumai- Meski awalnya terkesan biasa-biasa saja menjalani persidangan dalam agenda mendengarkan keterangan, Masni (33) warga Aceh meneteskan air dihadapan Majelis hakim, Rabu (10/01/2018) sore kemarin. 

    Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Firman Khadafi Tjindarbumi SH MH, beserta hakim anggota Aziz Muslim SH dan Renaldo Meiji H Tobing, SH, MH terdakwa bersikeras bahwa dirinya tidak mengetahui bahwa barang haram tersebut berada.

    "Saya tidak tau itu sabu, karena setiba di Bandara Pinang Kampai Dumai, saya dijemput dua orang yang tak dikenal yang mengaku sebagai orang yang disuruh teman saya yanh berada di Duri, Kabupaten Bengkalis," ujar terdakwa sambil meneteskan air mata didalam persidangan.

    Diceritakan terdakwa, bahwa dirinya dari Batam berangkat ke Kota Dumai dengan tujuan ke Palembang untuk berbelanja, selain itu dirinya akan berangkat bersama rekannya yang berada di Duri.

    "Saya langsung dibawa kedua orang tersebut ke Wisma Ilham in dikarenakan kedua orang tersebut sedang sibuk dan berjanji akan menghantar saya ke Duri keesokan harinya," cerita terdakwa.

    Namun keesokan harinya lanjut terdakwa bercerita, saya kembali didatangi oleh kedua orang tersebut dengan mengenakan baju tentara dan memberi kabar bahwa rekannya tidak bisa ikut ke Palembang dan menginstruksikan terdakwa untuk berangkat sendiri.

    "Kedua orang itu datang masuk ke kamar saya memberitahukan bahwa teman saya yang di Duri tidak bisa ikut dan salah satu orang itu memasukkan barang itu ke dalam tas cover saya dengan mengatakan bahwa ini titipan teman saya," lanjut Masni menceritakan.

    Setelah itu, terdakwa dibawa kedua orang tersebut membeli tiket lalu ke sebuah warung di Bagan Besar sembari menunggu jemput Bus untuk berangkat ke Palembang. Diwaktu yang sama kedua orang itu memberikan uang sebesar Rp 2 juta yang merupakan titipan dari rekannya di Duri dikarenakan terdakwa juga meminjam uang dengan rekannya.

    "Tak lama kemudian Bus ALS tiba, saya masuk dan menyimpan barang saya dibelakang. Lalu datang polisi yang menanyakan barang saya, setelah diperiksa didalam tas ditemukan sabu," ucap terdakwa mengakhiri ceritanya.

    Sementara itu Kajari Dumai MP Yusuf SH MS dikonfirmasi melalui Kasi Pidum Kejari Dumai, M Emri Kurniawan SH MH didampingi JPU Yopentinu SH mengatakan, keterangan terdakwa terkesan mengarang cerita.

    "Keterangan terdakwa seperti dikarang, antara cerita yang satu dengan cerita yang lain tidak berhubungan, bahkan ceritanya terkesan mengarang," ujar Yopentinu usai sidang.

    Namun demikian lanjut JPU menjelaskan, itu hak terdakwa untuk memberikan keterangan seperti itu. Dimana, sebelumnya sejumlah saksi sudah dihadiri dalam persidangan.

    "Agenda selanjutnya yakni tuntutan, dimana dalam waktu dekat akan kita persiapan," tukas Yopen.(Ry) s.com, Dumai- Meski awalnya terkesan biasa-biasa saja menjalani persidangan dalam agenda mendengarkan keterangan, Masni (33) warga Aceh meneteskan air dihadapan Majelis hakim, Rabu (10/01/2018) sore kemarin. 

    Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Firman Khadafi Tjindarbumi SH MH, beserta hakim anggota Aziz Muslim SH dan Renaldo Meiji H Tobing, SH, MH terdakwa bersikeras bahwa dirinya tidak mengetahui bahwa barang haram tersebut berada.

    "Saya tidak tau itu sabu, karena setiba di Bandara Pinang Kampai Dumai, saya dijemput dua orang yang tak dikenal yang mengaku sebagai orang yang disuruh teman saya yanh berada di Duri, Kabupaten Bengkalis," ujar terdakwa sambil meneteskan air mata didalam persidangan.

    Diceritakan terdakwa, bahwa dirinya dari Batam berangkat ke Kota Dumai dengan tujuan ke Palembang untuk berbelanja, selain itu dirinya akan berangkat bersama rekannya yang berada di Duri.

    "Saya langsung dibawa kedua orang tersebut ke Wisma Ilham in dikarenakan kedua orang tersebut sedang sibuk dan berjanji akan menghantar saya ke Duri keesokan harinya," cerita terdakwa.

    Namun keesokan harinya lanjut terdakwa bercerita, saya kembali didatangi oleh kedua orang tersebut dengan mengenakan baju tentara dan memberi kabar bahwa rekannya tidak bisa ikut ke Palembang dan menginstruksikan terdakwa untuk berangkat sendiri.

    "Kedua orang itu datang masuk ke kamar saya memberitahukan bahwa teman saya yang di Duri tidak bisa ikut dan salah satu orang itu memasukkan barang itu ke dalam tas cover saya dengan mengatakan bahwa ini titipan teman saya," lanjut Masni menceritakan.

    Setelah itu, terdakwa dibawa kedua orang tersebut membeli tiket lalu ke sebuah warung di Bagan Besar sembari menunggu jemput Bus untuk berangkat ke Palembang. Diwaktu yang sama kedua orang itu memberikan uang sebesar Rp 2 juta yang merupakan titipan dari rekannya di Duri dikarenakan terdakwa juga meminjam uang dengan rekannya.

    "Tak lama kemudian Bus ALS tiba, saya masuk dan menyimpan barang saya dibelakang. Lalu datang polisi yang menanyakan barang saya, setelah diperiksa didalam tas ditemukan sabu," ucap terdakwa mengakhiri ceritanya.

    Sementara itu Kajari Dumai MP Yusuf SH MS dikonfirmasi melalui Kasi Pidum Kejari Dumai, M Emri Kurniawan SH MH didampingi JPU Yopentinu SH mengatakan, keterangan terdakwa terkesan mengarang cerita.

    "Keterangan terdakwa seperti dikarang, antara cerita yang satu dengan cerita yang lain tidak berhubungan, bahkan ceritanya terkesan mengarang," ujar Yopentinu usai sidang.

    Namun demikian lanjut JPU menjelaskan, itu hak terdakwa untuk memberikan keterangan seperti itu. Dimana, sebelumnya sejumlah saksi sudah dihadiri dalam persidangan.

    "Agenda selanjutnya yakni tuntutan, dimana dalam waktu dekat akan kita persiapan," tukas Yopen.(Ry) 

    Akses berita terbaru versi mobile di: m.wasiatnews.com
    Tinggalkan Komentar
    Nama*:
    Email*:
    Website:
    Komentar*:
    : * Masukkan kode disamping!
    © 2013 wasiatnews.com All rights reserved by. arieweb