Gratis
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto, terkini, nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • BISNIS & TEKNOLOGI
  • SOSOK
  • Pertanian
  • Agama
  • Hukum&Kriminal
  • Pendidikan
  • Nasional & Olahraga
  • Advertorial Daerah
  • Politik
  • Riau
  • OPINI & Goresan
  • Indeks
  • Senin, 22 Januari 2018
    Find us: 
    Warga Gurun Panjang Tuntut Janji PT SPA, Desak Kades Tanjung Leban Gelar Mediasi
    Jumat, 12 Januari 2018 | 14:54:00
    Sar

    Wasiatnews.com, Dumai -Terbongkarnya Izin kerja sama antara PT Satria Perkasa Agung (SPA) dengan kelompok tani lengkung sejahtera yang diketahui Kepala Desa Tanjung Leban dan Camat Bukit Batu  pada tahun 2016 dengan nomor 002/SPA Duri-111/X11/2016 mengenai kerjasama "tanaman kehidupan" di notaris Ryan Oetary Kabupaten Siak, menimbulkan kerugian bagi petani pemilik lahan RT09 Gurun Panjang Kota Dumai.

    Pasalnya, lahan warga di wilayah Gurun Panjang yang sudah bertanaman sawit, karet dan nenas dengan bukti kepemilikan lahan surat baik dari desa Bukit Lengkung Kabupaten Bengkalis dan Lurah Gurun Panjang serta camat Bukit Kapur Dumai itu telah habis dirusak dengan alat berat dan sekurity. 

    Seperti diutarakan Khaidirramsyah atau di kenal dengan Ica dalam perjanjian tersebut terkuak peta seluas 1770 Hektar yang terbagi dengan 524 Hektar untuk kelola sosial dan 1246 Hektar kelola produksi. Ternyata di lapangan memasuki kebun-kebun masyarakat. Sementara, akui Ica PT SPA mengklaim lahan masyarakat merupakan miliknya.

    "Banyak kebun masyarakat yang masuk area konsesi perusahaan. Kami harap Bupati Bengkalis dan Walikota Dumai melalui kepala Desa bisa mediasi dengan pihak perusahaan serta kelompok tadi agar hal ini tidak berkepanjangan," kata Ica yang di amienkan Zulkarnain, Surya dan warga lainya Jumat,  (12/01/2018) disela sela rapat persiapan administrasi laporan ke pihak yang berwajib atas kerusakan.

    Disamping itu, lajut dia, pihak  PT SPA dinilai ingkar janji. Dimana, janjinya untuk tidak beroperasi dilapangan sebelum ada kesepakatan namun  PT SPA terus melakukan cocok tanam akasia di lahan warga yang telah dirusak.

    Kepala Desa Bukit Lengkung H Atim saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (11/01/2018) lalu, menyatakan dalam hal itu dirinya tidak bersalah, itu keinginan masyarakat Dusun Bukit Lengkung dibawah naungan Kelompok tani lengkung sejahtera.

    "Saya selaku kades hanya mengetahui saja, begitu camat karena saya pikir masyarakat sudah setuju. Makanya demi program ini lahan yang dirusak itu sebenarnya Dusun Bukit Mangalau  kita non aktifkan karena jumlah kk-nya tak madai, karena lebih banyak mengantongi Kota Dumai," katanya.

    Pihaknya tidak tau, akan jadi seperti ini, karena janji perusahaan akan mengeluarkan lahan warga terutama sudah ada tanaman dan surat.

    Namun, Kades berjanji secepatnya hal ini diselesaikan dan akan dicari jalan keluarnya agar permasalahan ini tidak berlarut dan menibulkan kerugian yang besar bagi masarakat.

    Dengan mengunakan via telpon milik H Atim selaku kades menghubungi Kadus Bukit Lengkung Azwanto di jam yang sama menjelaskan. Bahwa  perjanjian dengan PT SPA tentang tanaman kehidupan dengan pola bagi hasil berupa pohon akasia itu benar.

    Soal kerusakan lahan kebun sawit menurut Azwanto yang juga merangkap ketua kelompok Tani Lengkung Sejahtera serta merupakan Karyawan PT SPA, secara tegas membantah kalau perusakan itu atas intruksinya.

    "Benar hal itu tangung jawab kami dalam pengukuran dilapangan.Tetapi ditengah pemetaan lahan perkebunan diambil alih oleh warga Gurun Panjang atas nama kelompok Duwi dan Harahap," Katanya sambil menjelaskan kronologis kerusakan perkebunan sawit milik kelompok ica yang juga telah memiliki perjanjian sama kelompok tani lengkung sejahtera untuk mengeluarkan lahan perkebunan seluas 255 hektar yang dirusak dan sudah di tanda tangani bersama bermatre 6000. 

    Azwanto juga, minta niat baik Camat Bukit Kapur Kota Dumai maupun Kepala Desa Bukit Lengkung Kecamatan Bandar Laksamana untuk melakukan mediasi pihak PT, Kelompok Dwi, Kelompok Ica dan Pihak Perusahaan serta kelompok tani lengkung sejahtera, biar hal ini cepat selesai.(tim)

    Akses berita terbaru versi mobile di: m.wasiatnews.com
    Tinggalkan Komentar
    Nama*:
    Email*:
    Website:
    Komentar*:
    : * Masukkan kode disamping!
    © 2013 wasiatnews.com All rights reserved by. arieweb