Gratis
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto, terkini, nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • BISNIS & TEKNOLOGI
  • SOSOK
  • Pertanian
  • Agama
  • Hukum&Kriminal
  • Pendidikan
  • Nasional & Olahraga
  • Advertorial Daerah
  • Politik
  • Riau
  • OPINI & Goresan
  • Indeks
  • Sabtu, 20 Januari 2018
    Find us: 
    Merek Mobil China Mulai "Menjamur" di Indonesia
    Selasa, 26 Desember 2017 | 23:44:12
    IstimewaWuling Cortez.

    Otomotif - Produsen otomotif yang ada di Indonesia semakin beragam. Bukan hanya dari Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat (AS), merek asal China seperti Wuling Motors dan Sokonindo Automobile ikut meramaikan pasar nasional.

    Bahkan, kedua merek itu langsung berinvestasi mendirikan pabrik perakitan di Tanah Air. Investasi yang dikucurkan cukup besar, yaitu 700 dollar AS untuk Wuling, bahkan kini sudah mulai menjual Confero.

    Pabrik itu merupakan perusahaan kongsi antara tiga pihak, yakni SAIC dengan saham kepemilikan sebesar 50,1 persen, General Motor China dengan 44 persen, dan Guangxi Automobile Group ( Wuling Motor) dengan 5,9 persen.

    Tempat perakitan yang berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC) Blok BA Nomor 1 dan 2, Sukamahi, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, itu berdiri di atas area seluas 60 hektar.

    Terbagi rata menjadi dua bagian, untuk lokasi perakitan serta pemusatan penyuplai asal China dan Amerika Serikat. Pabrik ini Setidaknya menyerap 3.000 tenaga kerja.

    Selain Confero, tahun depan Wuling juga akan meluncurkan produk baru di segmen MPV menengah, yaitu Cortez.

    Selanjutnya, Sokon baru meresmikan pabrik di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten. Tempat perakitan itu berdiri di atas lahan 20 hektar, dengan kapasitas produksi sampai 50.000 setiap tahunnya. 

    Investasi yang digelontorkan sampai Rp 150 juta dolar Amerika Serikat (AS), dan mau ditingkatkan sampai Rp 300 juta dolar AS untuk membangun engine plant.

    Selain itu, 90 persen dari tenaga kerja yang ada merupakan sumber daya manusia (SDM) Tanah Air, yang terus menerus akan mendapatkan binaaan dan pelatihan untuk menjadi mahir di industri otomotif tanpa meninggalkan kearifan budaya lokal.

    Target lainnya adalah menempatkan generasi muda Indonesia pada posisi manajemen bidang manufaktur, teknologi, kualitas, dan penjualan.

    Pabrik tersebut akan menciptakan 2.000 tenaga kerja langsung, belum termasuk sekitar 4.000-4.500 lainnya yang terserap pada operasional mata rantai produksi dan distribusi, mulai dari pemasok sampai jaringan dealer.

    Tahap awal, merek asal China itu akan meluncurkan SUV Glory 580 pada awal 2018. Model itu bakal punya dua pilihan mesin, yaitu 1.5L dan 1.8L.

    Kedua merek itu akan bersaing dengan produsen otomotif yang sudah ada di Indonesia. Bahkan, masuknya produk China ini bisa menjadi ancaman buat pabrikan lain, karena banderol dan kualitas yang ditawarkan cukup bagus.

    Penulis: Aditya Maulana
    Editor: Agung Kurniawan
    Sumbet: Kompas


    Akses berita terbaru versi mobile di: m.wasiatnews.com
    Tinggalkan Komentar
    Nama*:
    Email*:
    Website:
    Komentar*:
    : * Masukkan kode disamping!
    © 2013 wasiatnews.com All rights reserved by. arieweb