Gratis
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto, terkini, nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • BISNIS & TEKNOLOGI
  • SOSOK
  • Pertanian
  • Agama
  • Hukum&Kriminal
  • Pendidikan
  • Nasional & Olahraga
  • Advertorial Daerah
  • Politik
  • Riau
  • OPINI & Goresan
  • Indeks
  • Sabtu, 20 Januari 2018
    Find us: 
    Trompet Pabrik Menjamur, Trompet Kertas Tetap Laku Keras
    Minggu, 24 Desember 2017 | 09:43:33

    Wasiatnews, Bukit Kapur- Menjelang pergantian tahun baru 2018 yang tingal hitungan hari lagi, penjual trompet mulai menjamur di area kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai. Salah satunya seperti di kawasan pasar sukaramai kelurahan Kayu Kapur.

    Meski banyak variasi model trompet dari bahan plastik hasil produksi Pabrik, namun trompet yang terbuat dari kertas hasil ketrampilannya masih mendapat tempat di hati warga. Seperti salah satu penjual yang berasal dari pekanbaru ini yang sengaja setiap tahun tahun baru datang ke daerah daerah yang ada di propinsi Riau untuk menjual hasil ke trampilanya yang sudah ia buat.

    Sarwan yang sejak tahun 1990 an sudah berjualan di daerah kabupaten kota di Riau terutama kota Dumai ini,  mengaku banyak menerima pesanan trompet dari kertas ketimbang dari plastik. Setiap bulan Desember, dirinya memproduksi lebih dari 3.000 terompet untuk dijual sendiri dan dipasok ke pedagang kecil.

    "Sebenernya sih ada rasa khawatir takut tersaingi sama trompet yang dari plastik itu. Sempat tahun 2014 dulu mengalami penurunan omzet tapi tidak banyak hanya 25 persenan. Modal 3 juta cuma balik 4 juta," ungkap sarwan pria 47 tahun asal Solo, yang sudah.menjadi warga Riau yang saat itu sedang menjajakan trompetnya ke pedagang pedagang.

    Meskipun sempat mengalami kerugian, hal itu tidak menjadi masalah baginya untuk terus memproduksi trompet dari kertas. Menurutnya, trompet kertas hingga saat ini masih menjadi pilihan masyarakat termasuk dari kalangan menengah keatas. 

    "Itu gak lama kok, cuma pas pertama muncul saja terompet plastik laku banyak, tapi hingga saat ini orang-orang lebih milih trompet kertas," tambahnya sembari melangkah menawarkan hasil karyanya ke pedagang sekitar pasar Sukaramai.

    Sependapat dengannya, pedagang lain juga mengaku meski ada penurunan hingga 20 persen, namun pedagang trompet yang berjajar ini tetap optimis dagangannya tidak kalah bagus dengan trompet dari plastik. 

    Untuk mengatasi saingan tersebut, pengerajin terompet kertas ini membuat variasi bentuk terompet yang unik-unik. Seperti terompet berbentuk naga yang harganya hanya Rp 10 ribu, terompet marchiband dibanrdol Rp 15 ribu, terompet susun 2 dijual Rp 7 ribu, dan terompet biasa Rp 5 ribu**(s)






    Akses berita terbaru versi mobile di: m.wasiatnews.com
    Tinggalkan Komentar
    Nama*:
    Email*:
    Website:
    Komentar*:
    : * Masukkan kode disamping!
    © 2013 wasiatnews.com All rights reserved by. arieweb