Gratis
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto, terkini, nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • BISNIS & TEKNOLOGI
  • SOSOK
  • Pertanian
  • Agama
  • Hukum&Kriminal
  • Pendidikan
  • Nasional & Olahraga
  • Advertorial Daerah
  • Politik
  • Riau
  • OPINI & Goresan
  • Indeks
  • Sabtu, 20 Januari 2018
    Find us: 
    Bisa Hasilkan Berbagai Kerajinan,
    Dispar Riau Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Memanfaatkan Limbah Daun Nanas
    Senin, 20 November 2017 | 18:08:57

    Wasiatnews.com PEKANBARU- Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru, yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utamanya. 

    Seiring berjalannya waktu, kegiatan ini terus berkembang dan harus didukung dengan keberadaan industri kreatif sebagai landasannnya, dan perkembangan ekonomi saat ini telah sampai pada taraf ekonomi kreatif, sehingga dihadapkan dengan konsep ekonomi informasi dimana informasi menjadi hal yang utama dalam pengembangan ekonomi itu sendiri.

    Untuk menjawab tantang perkembangan itu semua, maka pemerintah provinsi Riau melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Riau menggelar kegiatan Pembinaan Pelaku Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain dan Iptek di Hotel Dafam Pekanbaru, Senin (20/11/2017), diikuti 36 orang peserta yang berasal dari Kabupaten Kampar Riau, dilaksanakan mulai tanggal 20-25 November 2017. 

    Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Riau Fahmizal Usman, pada saat membuka sekaligus menjadi narasumber pada acara tersebut, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan Dispar Riau sebagai upaya memberikan memotivasi bagi para pelaku ekonomi kreatif di Provinsi Riau. 

    "Kegiatan pembinaan yang diselenggarkan saat ini, fokus kepada pemanfaatan teknologi di bidang pengolahan limbah lingkungan, pemanfaatan potensi lokal yaitu daun nanas, sehingga dapat memiliki kreasi dan nilai jual tersendiri," katanya. 

    Fahmizal menuturkan, selama ini di Riau daun nanas masih menjadi limbah atau hanya menjadi pakan ternak atau dihancurkan untuk pupuk. "Dispar Riau berupaya memberikan pembinaan agar dapat memanfaatkan dan mengolah limbah daun nanas tersebut agar memiliki nilai fungsi dan ekonomis yang lebih tinggi," tuturnya.  

    Kadispar Riau juga mengungkapkan, di Subang Jawa barat (Jabar) limbah daun nanas dapat diolah dengan cara mengekstraksi daun tersebut menggunakan mesin, sehingga bisa menjadi produk berupa serat daun nanas. "Dimana serat daun Nanas tersebut biasa digunakan sebagai bahan baku pembuatan berbagai produk tekstil seperti benang, kain atau pun pakaian," ungkap Fahmizal. 

    "Selain itu, serat daun nanas juga bisa dijadikan berbagai jenis kerajinan seperti tas, gorden, rambut palsu, casing hand Phone, fiber interior mobil, dan bahan baku pembuatan furniture," tambahnya.

    Para peserta mengikuti pembinaan nantinya akan mendapatkan informasi yang lengkap dari narasumber peraih juara I Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional, yaitu pengelola Posyantek Al Fiber, Alan Sahroni, dari Desa Cikadu Kecamatan Cijambe dengan alat TTG berupa mesin Dekortikator G3 yaitu sebuah alat ekstrasi serat daun nanas.

    Pada akhir pemaparanya Fahmizal berharap kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, sehingga dengan selesainya mengikuti kegiatan ini, dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dalam beraktifitas kedepannya. 

    Turut hadir pada acara pembukaan pembinaan itu, Anggota DPRD Riau Adrian, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Riau, R Dandun Wibawa, Widyaiswara Pemprov Riau, Wellie Annalia. 

    Widyaiswara Pemprov Riau, Wellie Annalia, menuturkan, kegiatan Pembinaan untuk pelaku ekonomi Kreatif ini sangat bagus, dimana tujuannya adalah untuk melahirkan, serta menumbuh kembangkan pelaku Ekonomi Kreatif  Riau yang tersebar di Kabupaten dan kota. 

    "Kegiatan ini sangat  bagus, nantinya produk para Pelaku Ekonomi Kreatif yang mengikuti kegiatan ini, secara kepariwisataan hasil produksinya bisa menjawab dan mengisi kebutuhan pos pos destinasi wisata Riau khususnya dan destinasi nasional secara umum," tutur Wellie Annalia. 

    Secara garis besar Wellie Annalia memberikan 2 agenda yaitu soft skill dan managerial skill. Dari 2 agenda tersebut ada 7 materi pokok yang disampaikan yaitu motivasi usaha, pengenalan potensi diri pelaku usaha, pengembangan potensi diri pelaku usaha. 

    Selanjutnya, Life cycle produk, pengembangan produk ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal dan berorientasi eksporf, prinsip entrepreneur, manajemen usaha.

    Penulis:Ojel/rls
    Editor:Jef Syahrul cakaplah


    Akses berita terbaru versi mobile di: m.wasiatnews.com
    Tinggalkan Komentar
    Nama*:
    Email*:
    Website:
    Komentar*:
    : * Masukkan kode disamping!
    © 2013 wasiatnews.com All rights reserved by. arieweb