Gratis
Media, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto, terkini, nasional,ekonomi,sosial,budaya
  • BISNIS & TEKNOLOGI
  • SOSOK
  • Pertanian
  • Agama
  • Hukum&Kriminal
  • Pendidikan
  • Nasional & Olahraga
  • Advertorial Daerah
  • Politik
  • Riau
  • OPINI & Goresan
  • Indeks
  • Sabtu, 20 Januari 2018
    Find us: 
    Diduga Pangkalan Nakal,
    Gas ElpijiI 3 KG Langka Di Bukit Kapur, Gubenur Mintak Pertamina Tambah Suplay Gas Kepangkalan
    Jumat, 10 November 2017 | 04:37:32

    Wasiatnews.com/ Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, diduga akibat dari kenakalan para pangkalan dalam mendistribusikan Elpiji 3 Kg, dengan cara pangkalan langsung menjual ke pengencer dengan harga diatas HET (Harga Eceran Tertinggi) yakni Rp 20.000, sedangkan harga HET Rp 18.000,-

    Terkait kelangkaan dan mahalnya Gas Elpiji 3 Kg , Ketua Rukun Tetangga (RT) 09 Bukit Nenas, Kecamatan Bukit Kapur  Surya
    meminta Pemerintah Kota Dumai dalam hal ini camat Bukit Kapur beserta aparat Kepolisian merazia sejumlah pangkalan.

    Menurut Ketua RT09 Bukit Nenas ini kembali, diduga akibat kanakalan para pangkalan atau pendistribusi Elpiji yang langsung mendistribusi ke pengencer dengan harga diatas HET, maka terjadi kelangkaan, diduga keras ada penimbunan dari pihak tertentu untuk dapat dijual lebih mahal.

    Kelangkaan Gas tersebut diakui sejumlah ibu rumah tangga dikelurahan Bukit Nenas, mereka kerap kewalahan mendapatkan Gas di sejumlah pangkalan.

    “Kami sangat kewalahan untuk mendapatkan Gas harus mondar-mandir ke sejumlah tempat, bahkan ada pangkalan yang menyimpannya untuk warung warung tertentu sehingga mengalami kenaikan harga,” ujar salah seorang Ibu Rumah Tangga di Simpang Jepang.

    Kemudian menurut Aril alias Pawang, ” tadi siang saya baru saja dapat satu tabung Elpiji dengan harga Rp 28.000,- mau tidak mau, walaupun mahal terpaksa saya harus beli.

    Sementara itu Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, mengakui bahwa kurangnya suplay gas elpiji ke masyarakat di seluruh wilayah Riau oleh Pertamina menjadi penyebab melambungnya harga elipiji di Riau di tingkat pengecer. Untuk itu, gubernur meminta kepada Pertamina agar menambah gas bagi Riau dan meningkatkan suplay ke masyarakat.

    "Sekarang kita kekurangan suplay, jadi ada masalah distribusi yang perlu kita cermati. Kalau masalah kekurangan kita memang kekurangan. Sementara ini kita minta kepada Pertamina untuk penambahan alokasi," ujar Gubri, Kamis (9/11/2017).

    Ditegaskan Gubri, dalam mengatasi langkanya elpiji 3 Kg bagi masyarakat yang membutuhkan, perlu pengawasan pihak terkait dalam menyuplay gas kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat yang seharusnya membeli gas 12 Kg nyatanya menerima gas 3 Kg.

    "Masalah open demand ini yang menjadi masalah, demand ini yang seharusnya memakai gas 12 Kg ikut-ikut memakai gas 3 Kg. Ini yang perlu pengawasan, artinya pengawasan harus lebih ditingkatkan," tegas Gubri.(SAR/CK)


    Akses berita terbaru versi mobile di: m.wasiatnews.com
    Tinggalkan Komentar
    Nama*:
    Email*:
    Website:
    Komentar*:
    : * Masukkan kode disamping!
    © 2013 wasiatnews.com All rights reserved by. arieweb