Sosialisasi Instalasi Gas, PGN Dihujani Pertanyaan Warga Bukit Kapur

Rabu, 14 Februari 2018 | 05:50:22

/

DUMAI– Sosialisasi antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) kepada puluhan Warga Bibir Jalan dan Ketua Rukun Tetangga Se Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Senin diruang pertemuan Kantor Kecamatan, dihujani pertanyaan oleh sejumlah warga. Warga mengaku masih khawatir dengan potensi bahaya yang mengancam keselamatan karena Pipa Terbentang di dua sisi, baik dari pipa BBM maupun gas.

“Kami tidak mau dijadikan kelinci percobaan, karena setahu kami gas alam itu berbahaya. Apalagi, PGN juga tidak dapat memberikan asuransi apapun terhadap harta benda maupun keselamatan kami bila terjadi sesuatu akibat ada kebocoran gas,” ujar Suryadi ketua RT09 Bukit Nenas.

Langkah sosialisasi itu, menyusul adanya rencana PGN untuk melaksanakan program pemasangan intalasi pipa gas dari Duri menuju Pusat Kota Dumai yang merupakan Program Pemerintah Pusat. Namun belakangan, pemasangan pipa jaringan gas yang berhadapan dengan pipa BBM dilingkungan perumahan itu menuai protes warga setempat.

Warga merasa dirugikan karena pihak pelaksana kontruksi bakal merusak jalan lingkungan pemukiman mereka tanpa melalui sosialisasi terlebih dulu. “Kami berharap sosialisasi ini akan dilakukan lagi, karena saat ini saja tidak semua warga yang hadir,” katanya.

Sementara itu, Bukit Kapur, Syamsir Amran yang hadir pada kesempatan itu beranggapan program gas itu akan sangat menguntungkan warganya, kendati PGN tak memberikan jaminan keselamatan dalam bentuk asuransi seperti yang dimohonkan warga.

Dirinya juga menegaskan, intalasi pipa yang rencana akan dikerjakan Oktiber mendatang di harapkan, seperti mana rekontruksi pemasangan kramik rata dan mulusnya, seperti itu hendaknya pihak perusahaan mengembalikannya dlm pekerjaan itu nantik.

Informasi yang dihimpun wasiatnews.com untuk rekontruksi Pipa Gas itu    Eva Amelia selaku perwakilan PT PGN, bahwa sebelah kanan hingga di simpang perwira akan kembali sebelah kiri untuk dilanjutkan ke instalasi yang telah dimiliki sebelumnya.

Pekerjaan ini rencana pada oktober 2018, warga yang Bangunan, tanaman terkena pengerjaan pipa akan mendapat ganti rugi, ujar eva.(r)




Kembali